وقال (عليه السلام): لا قُرْبَةَ بِالنَّوَافِلِ إِذَا أَضَرَّتْ بِالْفَرَائِضِ.
Amirul Mukminin a.s. berkata :
“Ibadah yang sunnah tak dapat membawa kedekatan kepada Allah, apabila hal itu menghalangi/mengganggu yang wajib/fardhu.
Bahkan Nabi menyatakan melaksanakan sunnah (misalnya: sedekah kepada orang Jauh) seraya mengabaikan yg wajib (misal: memenuhi hak/ nafkah keluarga terdekat) adalah maksiat.
Kebanyakan konflik dan kegagalan terjadi karena kita gagal menerapkan prinsip Skala Prioritas (first thing first) dalam kehidupan sehari2. (baca buku: First Thing First, karya Stephen Covey)
Agama dan akal mengajari kita tentang hirarkhi prioritas, seperti rukun» wajib» mubah» sunnah» makruh» syubhat» dan haram» dalam berbagai aspek kehidupan.
Seringkali kita bertengkar dalam masalah sunnah (yg bersifat pilihan) seraya mengabaikan yg rukun/ wajib (misalnya menjaga persaudaraan, persatuan dan perdamaian).
Hal ini terjadi karena pengajaran yg lalai mendidik kita membedakan hal2 tersebut.
Seandainya "orang2" itu bersikap diam saja maka umat ini tidak akan berselisih.
#Diam-nya seorang "alim" adalah "perhiasan", diamnya seorang "bodoh" adalah "tirai penutup".
www.facebook.com/HatiAllah
www.HatiAllah.blogspot.com
Islam itu Indah dan Ramah
@HatiAllah
*) Semoga bermanfaat, silahkan berbagi & insya Allah berkah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar