Kamis, 03 Oktober 2013

Aturan Dan Kaidah Yang Dibutuhkan Seorang Muslim Di Zaman_Fitnah

Aturan Dan Kaidah Yang Dibutuhkan Seorang Muslim Di Zaman_Fitnah

- Jangan mengikuti perasaan dan membentenginya dengan syariat.

- Memastikan kebenaran suatu berita dengan teliti & perlahan.

- Hati-hatilah terhadap kebodohan, semangatlah dalam mendapatkan ilmu dan belajar.

- Ketika terjadi perselisihan, berhati-hatilah kalian terhadap pendapat orang awam dan berpegang teguh nasehat ulama.

- Berhati-hatilah kalian terhadap perkara baru dan tetaplah mengikuti sunnah.

- Jangan mendekati finah dan menjauhlahnya.

- Mencegah fitnah lebih mudah dari pada menghilangkannya.

- Hindari hawa nafsu ketika mengambil fatwa dan ambillah fatwa yang berdasarkan dalil.
Jika anda adalah orang awam, janganlah mengambil fatwa berdasarkan nafsu dan ikutilah (taqlidlah) kepada orang yang lebih berilmu.

- Berhati-hatilah terhadap perubahan yang tak pasti dan tetaplah di atas aturan agama (Islam) dengan dasar quran dan sunnah.

- Janganlah menentang nash-nash untuk mengikuti apa yang anda inginkan, namun jadikan keinginan anda sesuai nash.

- Berhati-hatilah terhadap perpecahan dan tetaplah bersatu dengan jama’ah.
Berhati-hatilah terhadap kedzaliman, kejahatan dan penyiksaan. Berpegang teguh pada sikap adil dan orang-orang yang adil, ikuti kebenaran dan orang-orang yang benar.

- Janganlah mengharapkan terjadi fitnah (revolusi) dan berlindunglah kepada Allah dari keburukan fitnah.

- Jangan tertipu dengan gemerlap fitnah (revolusi), namun lihatlah hakekat di balik fitnah dengan pandangan seorang mukmin.

- Berhati-hati dari sikap ghuluw (berlebihan) dan tetap pada sikap seimbang.

- Berhati-hati dari maksiat (kedurhakaan) dan lakukanlah ketaatan.

- Jangan apriori ketika menilai dan pahami kebenaran dari akar hingga ujung.

www.facebook.com/HatiAllah

Islam itu Indah dan Ramah
@HatiAllah
Islami Support Services

*) Semoga bermanfaat, silahkan berbagi & insya Allah berkah

Rabu, 02 Oktober 2013

Taubat yang Sempurna


Taubat yang Sempurna atau Istighfar

Diriwayatkan oleh Al-Sayyid Al-Radhi r.a. dalam Nahj Al-Balaghah bahwa seseorang berkata “astaghfirullah” (Aku memohon ampun kepada Allah)
di depan Sayyidina Ali k.w., Imam Ali berkata kepadanya,
“Semoga ibumu berduka atasmu! Tahukah kamu apa istighfar?
Sesungguhnya istighfar adalah derajat ‘illiyyin (yang agung), dan adalah sebuah kata yang berarti enam hal.

1. Menyesali apa(dosa) yg telah lalu.

2. Bertekad untuk tidak akan mengulanginya lagi.

3. Mengembalikan kepada makhluk hak-haknya (yang pernah dirampas di masa lalu)  sehingga engkau bertemu Allah SWT dalam keadaan suci sedemikian, sehingga tak ada yg dapat menuntutmu.

4.Memenuhi setiap kewajiban yg pernah dilalaikan.

5. Membereskan daging tubuhmu yg tumbuh dengan rezki yg haram, sehingga daging itu meleleh akibat kesedihan dan kedukaan, sehingga yg tinggal hanyalah kulit yang melekat di tulang,yg setelah itu tumbuhlah daging baru di antara kulit & tulang itu.

6. Buatlah tubuhmu merasakan sakitnya taat seperti ia pernah merasakan sebelumnya senangnya dosa.

Kalau kita sudah melakukan hal ini, bacalah ASTAGFIRULLAH".

www.facebook.com/HatiAllah

BM syiar #83

Islam itu Indah dan Ramah
@HatiAllah
Islam support services

*) Semoga bermanfaat, silahkan berbagi & insya Allah berkah